T.P. MASSAGE OLAHRAGA


Definisi Pengertian Massage Olahraga
a. Pengertian Massage
Masase berasal dari bahasa Arab “mash” yang artinya “menekan dengan lembut” atau dari kata Yunani “massien” yang berarti “memijat atau melulut”. Akan tetapi istilah yang paling populer yang digunakan adalah dalam bahasa Perancis “masser” yang artinya “menggosok”. Menurut pengertiannya massase yang berasal dari bahasa Inggris “massage” adalah pemijatan, pengurutan dan sebagainya pada bagian-bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa lelah.
Cara melakukan masase atau manipulasi masih menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Perancis. Manipulasi-manipulasi tersebut dilaksanakan dengan tangan secara sistematis yang bertujuan menimbulkan efek pada system otot, susunan syaraf serta sirkulasi darah secara keseluruhan (general) maupun setempat (lokal).
Masase akan menimbulkan suatu pengaruh fisiologis dan mekanis yang mendatangkan suatu relaksasi atau rasa sakit yang berkurang akibat adanya pembengkakan (haematome). Selain itu masase juga menimbulkan pengaruh secara psikologis yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri (self confidence).
Banyak para ahli berpendapat bahwa teknik manipulasi dengan tangan memberikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan alat-alat elektris, karena teknik manipulasi dengan tangan dapat memberikan sentuhan yang sensitife alamiah.
Menurut fungsinya masase dapat digunakan sebagai berikut :
1.             Masase untuk tujuan terapi (therapy massage), adalah upaya masase untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap suatu kondisi cedera atau penyakit (patologi).
2.             Masase kecantikan (beauty massaege), adalah upaya masase untuk menghindarkan kekeriputan dan kekeringan kulit.
3.             Masase kesehatan (hygiene massage), adalah upaya masase untuk memelihara kebugaran tubuh, menormalkan fungsi organ serta menghindarkan diri dari penyakit atau kelainan.
4.             Masase olahraga (sport massage), adalah upaya masase dengan menggunakan teknik menipulasi yang bermacam-macam untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi tubuh olahragawan serta menghilangkan kelainan-kelainan akibat olahraga yang ditimbulkan.
Massage adalah suatu seni gerak tangan yang bertujuan untuk mendapatkan kebugaran, memulihkan cedera, menyembuhkan penyakit, dan mendukung prestasi olahraga dan kerja. Efek mekanis dari gerak tangan ini akan menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi   penerimanya. Kata massage berasal dari kata Arab mash yang berarti menekan dengan lembut atau dari kata Yunani massien yang berarti memijat atau melulut. Selanjutnya massage disebut pula sebagai ilmu pijat atau ilmu lulut. Dalam Bahasa Indonesia, tulisan massage diadaptasi menjadi masase Pelaku massage disebut masseur untuk pria dan masseus untuk wanita yang di ambil bahasa Perancis.
            Di Indonesia massage dikenal dengan sebutan pijatan atau pijitan. Pijitan terdiri dari pijitan-pijitan lembut dengan jari. Massage yang paling populer di eropa dan amerika yaitu Swedish massage atau Massage Swedia. Massage sistem Swedia ini adalah merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem massage yang ada diberbagai negara dewasa ini dan system ini dibagi menja di 3 (tiga) macam massage,yang terdiri dari:
1.      Sports massage
Sport massage adalah suatu massage yang ditujukan kepada semua orang yang sehat. Dalam hal ini tidak mempunyai pengertian bahwa sport massage hanya untuk olahragawan saja, tetapi juga boleh diberikan kepada siapa saja, baik orang tua maupun orang muda, pria ataupun wanita. Termasuk mereka yang menderita cedera-cedera olahraga ringan dapat disembuhkan dengan sport massage. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, dan biasanya memakanwaktu1-2jam.
2.  Segment Massage.
          Segment Massage ialah suatu massage yang bertujuan untuk pengobatan antara lain dapat dipakai untuk menolong orang-orang menderita penyakit tertentu. arthritis (radang sendi), kelumpuhan otot karena berkurangnya fungsi saraf, distorsi atau “keseleo” pada sendi. Segment massage lebih ditekankan pada pengaruhnya terhadap persarafan, terutama pusat sraf diruas-ruas tulang belakang beserta serabut-serabut sarafnya. Akan tetapi segment massage ini bisa digunakan bagi yang mengalami cedera karena olahraga, baik Strain dan Sprain. Dinamakan segment massage karena massage ini dilakukan pada bagian-bagian tubuh atau segment-segment tubuh,yang termasuk segment massage ini, yaitu : Shiatsu, Tsubo, Frirage,   Xigong, Needle Massage,accupunctur, Oriental massage. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, lamanya waktu massage 15 s/d 30 menit.
  3.Consmatic    massage
     Cosmetic massage ialah suatu massage khusus yang ditujukan untuk pemeliharaan kecantikan, tempat-tempat pemijatannya terbatas terutama untuk di daerah muka (wajah).

b. Jenis Massage.           
1. Sport Massage.
Sport massage adalah suatu massage yang ditujukan kepada semua orang yang sehat. Dalam hal ini tidak mempunyai pengertian bahwa sport massage hanya untuk olahragawan saja, tetapi juga boleh diberikan kepada siapa saja, baik orang tua maupun orang muda, pria ataupun wanita. Termasuk mereka yang menderita cedera-cedera olahraga ringan dapat disembuhkan dengan sport massage. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, dan biasanya memakan waktu 1-2 jam.
2. Segment Massage.
Segment Massage ialah suatu massage yang bertujuan untuk pengobatan antara lain dapat dipakai untuk menolong orang-orang menderita penyakit tertentu. arthritis (radang sendi), kelumpuhan otot karena berkurangnya fungsi saraf, distorsi atau “keseleo” pada sendi. Segment massage lebih ditekankan pada pengaruhnya terhadap persarafan, terutama pusat sraf diruas-ruas tulang belakang beserta serabut-serabut sarafnya. Akan tetapi segment massage ini bisa digunakan bagi yang mengalami cedera karena olahraga, baik Strain dan Sprain. Dinamakan segment massage karena massage ini dilakukan pada bagian-bagian tubuh atau segment-segment tubuh,yang termasuk segment massage ini, yaitu : Shiatsu, Tsubo, Frirage, Xigong, Needle Massage, accupunctur, Oriental massage.  Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, lamanya waktu massage 15 s/d 30 menit.
3. Cosmetic Massage.
Cosmetic massage ialah suatu massage khusus yang ditujukan untuk pemeliharaan kecantikan, tempat-tempat pemijatannya terbatas terutama untuk di daerah muka (wajah).


c.       Pengertian Sports Massage
sport massage adalah salah satu metode fisioterapi dengan terapi pijat yang sudah dilakukan ribuan tahun lalu, dengan cara menstimulasi sirkulasi darah dan kelenjar getah bening. Banyak atlet yang melakukan terapi pijat ini untuk mengurangi ketegangan saraf dan membuat rileks pikiran sebelum menghadapi even olah raga yang penting.
Manfaat sports massage diantaranya adalah memberi rangsangan, meningkat kan aktivitas otot, pembuluh darah dan kelenjar yang diatur otot-otot tersebut, mengendurkan dan meregangkan otot serta jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, sehingga mengurangi ketegangan otot dan kram. Secara tidak langsung pijat juga menjadikan sistem rangka menjadi lebih kuat. Perbaikan sirkulasi darah dan getah bening diotot akan menghasilkan sirkulasi yang lebih baik pada tulang-tulang yang terkait. Terhambatnya proses penyembuhan cedera karena olahraga biasanya karena pasien atau atlet menyepelekan teknik manipulasi pijat olahraga dan mereka menganggap itu hanya pijat biasa atau ditangani oleh terapis yang kurang menguasai teknik pijat olahraga. Otot itu bisa diraba dan dirasakan tingkat kekenyalannya, tingkat fleksibilitasnya efek cedera berupa panas, bengkak,merah dan rasa nyerinya.
Manfaat sports massage tentu bukan hanya untuk menangani cidera otot, namun banyak manfaat lain, diantaranya untuk pijat sebelum bertanding(pre even sports massage), fungsinya adalah menyegarkan otot, bukan membuat rileks, meningkatkan performa dan stamina serta meminimalkan ketegangan otot sebelum bertanding. Manfaat berikut adalah pijat setelah bertanding(post even sports massage),fungsinya memulihkan otot dari kelelahan. Mempercepat waktu pemulihan dari tiga sampai empat hari hanya menjadi satu hari. Dan masih banyak lagi manfaat lain yang intinya mengembalikan lagi kebugaran tubuh atlet. uat di atas yang lain, dengan gesekan tangan di bawah menerapkan, tangan atas digunakan untuk meningkatkan tekanan. Kadang-kadang teknik ini akan diubah dengan menggunakan lengan.

d.Tujuan Massage
Ø  Massage mempunyai beberapa tujuan yaitu:
1.      Massage untuk terapi, yaitu tujuannya dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap keadaan patologi dan     post     trauma.
2.      Massage untuk kesehatan, yaitu dapat menormalkan fungsi organ, serta berguna dalam menghindari     penyakit   dan    kelainan.
3.      Massage untuk olahraga, yaitu dapat mempertahankan tubuh, memperbaiki atau menghilangkan akibat kelelahan berolahraga yang merugikan

Ø  Tujuan sport massage yaitu:
1.   1.      Memperlancar peredaran darah.
2.      Merangsang persarafan terutama saraf tepi untuk meningkatkan kepekaan rangsang.
3.      Meningkatkan ketegangan otot dan meningkatkan kekenyalan otot untuk meningkatkan daya              kerja otot.
4.      Mengurangi atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit.
D.    Sejarah Perkembangan Massage
Masase sebagai cara pengobatan, telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh berbagai suku bangsa di dunia. Data-data menunjukkan bahwa usia masase sama tuanya dengan peradaban manusia.
Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Cina telah mengenal masase kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi. Dalam ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu, diketahui bahwa masase telah dipergunakan bukan semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebgai salah satu cara pengobatan. Demikian pula masase juga dikenal oleh bangsa Yunani purba yang menggunakan masase sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan-latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh.
Bapak dari ilmu kedokteran yaitu Hippocrates (430-360 SM) menggunakan masase untuk para pasiennya, disamping dengan sinar matahari, mandi air panas, serta latihan-latihan badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot-otot yang lemah. Sedangkan menurut Hipocrates  “Bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal, lebih-lebih dalam menggunakan masase”. Masase dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi yang kaku. Dalam mempraktekkan masase, beliau menggunakan istilah “Anaptripsis” yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung, yaitu mulai dari kaki menuju ke atas, sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah jantung. Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan masase pada jaman itu.
Pada abad XVI pengetahuan tentang anatomi semakin maju, hal tersebut semakin menambah gairah dari pemakaian masase. Pada tahun 1975, seorang dokter berkebangsaan Perancis yaitu Ambroise Para menjelaskan tentang teknik serta efeknya masase friction yang lembut, sedang dan kaku dan menganjurkan untuk salah sendi (dislokasi).
Pada tahun-tahun berikutnya masase semakin mengalami perkembangan, apalagi setelah Pehr Hendrik Ling (1976-1839) yang berkebangsaan Swedia menciptakan Gymnastic Sistem Swedia yang sekarang lebih dikenal dengan Masase Sistem Swedia. Ling menyusun Gymnasticnya dalam empat bentuk yaitu : educational gymnastic, military gymnastic, medical gymnastic, dan aesthetic gymnastic.
Tahun 1913 Ling mendirikan “Central Instituteof Gymnastic” di Stocholm, ia mengajar sampai saat meninggalnya pada tahun 1839. Ling dan para pengikutnya telah banyak berjasa dalam memajukan masase tidak hanya di Swedia tetapi juga di beberapa Negara Eropa.
Menjelang akhir abad XIX masase telah benar-benar mempunyai kedudukan yang baik di dalam dunia pengobatan. Dr. Mezger dari Amsterdam adalah dokter terkenal yang menyebarluaskan masase bahkan ia sendiri bertindak sebagai masseur. Sejak saat itu masase menjadi suatu cara perawatan yang terkenal di Eropa dan Amerika.
Pada tahun 1894 kaum wanita di Inggris membentuk perhimpunan Masseuse yaitu “The Sociaty of Trained Masseuse” dengan tujuan meningkatkan standar masase dan memperbaiki status wanita yang memilih masase sebagai profesinya. Perhimpunan tersebut kemudian bergabung dengan “The Institut of Massage And Remedial Exercice” yang akhirnya membuat peraturan untuk menyelenggarakan pendidikan dan ujian. Pada waktu itu di kota Manchester anggotanya telah mencapai 5.000 orang. Masase dan Medical Gimnastycnya terus berkembang dan dipergunakan secara luas sebagai Physical Treatment untuk melengkapi perawatan dengan pengobatan dan pembedahan.


Ø   Perkembangan Massage di Indonesia
Di Indonesia, massage telah dikenal dengan sebutan bahasa daerah : pijat, urut atau lulut dan rtelah lama dikenal sejak jaman kuno oleh nenek moyang kita dengan sebutan “dukun pijat” atau “dukun urut”. Dukun pijat sebagai orang yang mempraktekkan pijat sering ditafsirkan bermacam-macam, antara lain :
  1. Dukun pijat adalah orang yang menyegarkan tubuh (raga) dari rasa lelah atau penat.
  2. Dukun pijat adalah orang yang menangani patah tulang, terkilir atau salah urat, kemudian lebih dikenal dengan dukun sangkal putung.
  3. Dukun pijat dapat pula sebagai masseur atau ahli masase, yang umumnya menangani olahragawan.
  4. Dukun pijat diartikan pula sebagai dukun alusan atau pijat alus karena pemijatnya terdiri dari wanita yang umumnya berparas cantik.
Dalam melakukan pemijatan seorang dukun pijat memperoleh keahliannya karena bakat, keturunan dan pengalaman prateknya. Semakin tua, si dukun dianggap ahli oleh masyarakat awam. Bahkan ada anggapan bahwa dengan berpantang dan berpuasa kemampuan seorang dukun pijat akan semakin bertambah. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik-teknik pijat sebagai salah satu upaya penyembuhan alternatif juga mengalami kemajuan.
Di Indonesia, kiranya pijat atau lulut yang sekarang dikenal dengan nama “masase” sudah bukan hal yang asing lagi, karena di setiap daerah sampai ke pelosok-pelosok pun dapat dengan mudah ditemukan, seorang pemijat laki-laki atau wanita. Mereka melakukan pekerjaan memijat biasanya sebagai pekerjaan sambilan, tetapi ada pula yang merupakan pekerjaan utamanya (profesi).
Pada umumnya hasil pemijatan memberikan rasa nyaman dan memuaskan pasiennya, tetapi ada pula setelah dipijat justru meninggalkan rasa sakit yang disebabkan karena tekanan-tekanan yang diberikan terlalu kuat atau keras. Hal tersebut dapat terjadi karena minimnya pengalaman atau pengetahuan tentang teknik masase yang benar.
Menyadari akan kurangnya pengetahuan tentang masase, di Solo pada tahun 1960, pernah diajarkan sistem dan teknik masase Swedia (swedish massage) sebagai suatu pedoman cara memijat yang benar. Masase sistem swedia merupakan salah satu dari sistem masase yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Mengenai baik atau tidaknya suatu sistem masase ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan masase tersebut. Jadi setelah menguasai teori maka tahap berikutnya ialah mempraktekkannya dengan mengarahkan seluruh manipulasi ke arah jantung. Sejauh teori dapat mencapai tujuannya, maka dapat dikatakan bahwa teori dari sistem tersebut adalah baik dan benar. Misalkan seorang yang menderita kelelahan atau cedera ringan karena mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan, apabila orang tersebut dimasase dengan cara yang benar maka seharusnya rasa sakit yang di derita akan semakin berkurang atau hilang sama sekali.
Masase atau pijat merupakan keterampilan yang melibatkan unsur-unsur pengetahuan, naluri dan seni merawat tubuh yang diperoleh dari seringnya melakukan praktek masase atau dalam istilah masase telah memiliki “jam terbang yang tinggi”. Selain itu seorang pemijat harus mempunyai kekuatan, kelincahan dan kerja tangan secara mekanis diarahkan ke jantung untuk menghasilkan rasa enak dan menyegarkan yang menghasilkan pengurangan rasa sakit dari suatu cedera tertentu.
Banyaknya kegiatan olahraga khususnya olahraga yang memerlukan gerakan-gerakan yang cepat dan kuat (explosive) seperti : sepak bola, bola basket, bulu tangkis, dan lain-lain dapat menyebabkan terjadinya terkilir atau keseleo yang diikuti dengan pembengkakan. Maka dalam sebuah Tim Olahraga, hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab masseur/masseuse untuk memberikan perawatan dengan teknik dan metode yang benar. Sedangkan, jika terjadi patah tulang (fracture) sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dokter yang ahli di bidangnya (ortopedi).

E.     Pengantar Anatomi Dan Fisiologi Untuk Massage
 A.    Anatomi 
Anatomi adalah Ilmu yang mempelajari tentang Struktur tubuh manusia baik Bagian luar maupun bagian dalam dengan rinci, rincian struktur tersebut dibagi bagi menjadi beberapa begian kecil, dan diperkecilkan lagi diangkat, dipelajari, dan diperiksa menggunakan microskop.
Dalam Posting bapa Rony Yuliwar, S.Kep, Ns, M. Ked, Kata anatomy berasal dari bahasa yunani (Greek) yang secara literatur diartikan sebagai “membuka suatu potongan”. Antomi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagian dalam (internal) dan luar (external) dari struktur tubuh manusia dan hubungan fisiknya dengan bagian tubuh yang lainnya. Contoh: mempelajari organ jantung dan posisinya dalam  tubuh. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang daribiologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
             Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat.
Penggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia. Ilmuwan yang cukup penting dalam masa anatomi kuno adalah Galen (abad ke-2 M). Ia banyak mengumpulkan ilmu-ilmunya dari ilmuwan terdahulu dan banyak memahami fungsi organ dengan melakukan pembedahan hidup-hidup pada hewan. Banyak koleksi gambar anatominya berdasarkan anatomi anjing, dan dianggap sebagai “Gray’s Anatomy” pada dunia kuno selama 1500 tahun. Karya-karya aslinya banyak yang hilang, dan kebanyakan hanya diketahui oleh dokter pad masa renaisans. Oleh karena larangan agama untuk pembedahan manusia hidup-hidup, Galen menganggap struktur anatomi manusia serupa dengan anatomi anjing

1. Sistem Skeleton ( kerangka )
Susunan tulang atau skeleton merupakan system penegak tubuh dan penggerak tubuh. Lalu tulang dihubungkan dengan tulang yang lain atau persendian sehingga terbentuk kerangka yang disebut lokomotor pasif, lalu lokomotor aktif yang diatur dari otot.
Adapun fungsi rangka :
Ø  Menopang atau menahan seluruh bagian tubuh
Ø  Melindungi organ tubuh yang lunak seperti otak, paru-paru dan jantung.
Ø  Menggerakkan seluruh tubuh melalui otot
Ø  Tempat melekatnya otot-otot
Ø  Memberikan bentuk tubuh
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan struktur anggota tubuh manusia  yang bermacam-macam yang berkaitan satu sama lain. Dalam pembahasan materi anatomi dalam pertemuan kali ini akan membahas tentang anatomi dan fungsi nya secara singkat dan jelas. Adapun materi yang akan dibahas adalah anatomi tubuh manusia yang berkenaan dengan fungsi dan system tubuh manusia.
Susunan tulang atau skeleton merupakan system penegak tubuh dan penggerak tubuh. Lalu tulang dihubungkan dengan tulang yang lain atau persendian sehingga terbentuk kerangka yang disebut lokomotor pasif, lalu lokomotor aktif yang diatur dari otot.
Adapun fungsi rangka :
Ø  Menopang atau menahan seluruh bagian tubuh
Ø  Melindungi organ tubuh yang lunak seperti otak, paru-paru dan jantung.
Ø  Menggerakkan seluruh tubuh melalui otot
Ø  Tempat melekatnya otot-otot
Ø  Memberikan bentuk tubuh

      2. System Muscularis ( Otot )
       Otot – Otot merupakan alat gerak aktif, karena otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Kontraksi otot ini menyebabkan tulang yang dilekatinya dapat bergerak. Selain itu, otot mempunyai peranan dalam memberikan bentuk luar tubuh bersama dengan rangka. Otot mempunyai tiga sifat dalam menjalankan tugasnya sebagai alat gerak aktif, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. 
      Otot merupakan sebuah jaringan yang ada didalam tubuh yang sangat berperan penting dalam proses menggerakkan tubuh dan menetukan postur tubuh. Otot juga merupakan alat penggerak aktif yang dapat menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapatkan rangsangan.
Otot terbagi tiga yaitu :
Ø  Otot Lurik adalah otot yang menempel pada rangka manusia, dimana otot lurik bekerja di bawah sadar manusia
Ø  Otot Polos adalah yang bekerja tanpa kesadaran seseorang.
Ø  Otot Jantung adalah yang bekerja secara terus menerus tanpa berhenti.

 3. System Sirkulasi
System sirkulasi merupakan system peredaran darah ke seluruh tubuh melalui oksigen yang dikirimkan melalui darah sebagai alat transportasinya. System peredaran pada manusia tersusun dari jantung pusat utama, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.
Ø  Jantung  mempunyai 4 ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel)  yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma.
Ø  Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.

4. Sistem Respirasi (pernapasan)
System respirasi atau pernafasan merupakan suatu proses pertukaran menghirup dan mengeluarkan oksigen dari udara bebas dan karbondioksida yang dikeluarkan ke lingkungan. System pernafasan pada manusai mencakup dua hal yaitu : saluran pernafasan dan mekanisme pernafasan.
Urutan pernafasan sebagai berikut :
Ø   rongga hidung
Ø  faring
Ø  trakea
Ø  bronkus
Ø  paru-paru. 

5. System Difestifa (pencernaan)
Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu sistem kompleks dalam tubuh adalah sistem pencernaan. Nah, apa sajakah bagian-bagian dari sistem pencernaan pada manusia? Langsung saja kita simak selengkapnya
System pencernaan merupakan yang system yang memproses mengubahnya zat makanan  dan menyerapnya sari-sari makanan yang berupa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. System pencernaan memecahkan molekul-molekul makanan menjadi kompleks menjadi molekul sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh. System pencernaan meliputi yaitu : mulut – lambung – usus – mengeluarkan kotoran melalui anus.
6. System Nervus ( Saraf )
Sistem saraf adalah sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.
Sistem saraf termasuk sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer (sistem saraf tepi). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.
7.  System Endokrin ( Hormon )
      Hormon berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu dan berfungsi untuk mengatur metabolism, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku. Hormone dibutuhkan pleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai pengaruh besar.
           Pada hakekatnya hormone dan saraf memiliki persamaan tugas dalam pengaturan kegiatan kegiatan tubuh. Perbedaannya meliputi kecepatan kerjanya, banyaknya organ tubuh yang dipengaruhi, kecepatan reaksi, dan sistem peredarannya. Perhatikan tabel berikut ini

Tabel perbedaan antara sistem saraf dengan hormon
Sistem Saraf
Sistem Hormon
Mengantarkan rangsangan dengan cepat
Mengantarkan rangsangan dengan lembut
Mengantarkan rangsangan secara kurang teratur
Mengantarkan rangsangan secara teratur
Rangsangan melalui serabut saraf
Rangsangan melalui darah
 Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran khusus sehingga juga disebut kelenjar buntu. Hormon dihasilkan oleh sel-sel kelenjar endokrin bila ada rangsangan saraf yang sesuai. Hormon diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit. Kemudian hormon diangkut oleh darah menuju ke sel, jaringan, atau organ target. Pada organ target, hormon mempengaruhi aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai aktivitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar pulau-pulau langerhans).
Sistem endokrin atau hormon adalah jaringan tubuh manusia dari kelenjar yang menghasilkan lebih dari 100 hormon untuk mempertahankan dan mengatur fungsi tubuh dasar manusia. Hormon adalah zat kimia yang dibawa dalam aliran darah ke jaringan seluruh tubuh dan organ, merangsang mereka untuk melakukan beberapa tindakan. Kelenjar dari sistem endokrin meliputi hipofisis, pineal, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovarium atau testis.

8. System Urineri ( perkemihan )
Sistem perkemihan atau system urineri adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
9. System Mukosa
System Mukosa imun adalah suatu bentuk imunitas kekebalan tubuh  yang bekerja di permukaan mukosa untuk mencegah terbentuknya koloni bakterial dengan komponen utamanya antibody IgA. Imonoglubulin ( IgA ) akan mengikat patogen sehingga patogen tidak bisa menempel pada reseptor yang ada pada permukaan sel epitel pada mukosa.
10. System Indera
Tubuh manusia mempunyai indera yang berfungsi sebagai reseptor atau penerima rangsangan dari lingkungan sekitar. System indera (panca indera) terdiri dari lima indera  yaitu indera penglihatan (mata), indera pendengaran dan keseimbangan (telinga), indera penciuman/pembau (hidung), indera pengecap (lidah), serta indera peraba dan perasa (kulit).
B.     Fisiologi manusia 
Fisiologi manusia adalah ilmu mekanisfisik, dan biokimia fungsi manusia yang sehat, organ-organ mereka, dan sel-sel yang mereka tersusun. Tingkat utama fokus dari fisiologi adalah pada tingkat organ dan sistem. Sebagian besar aspek fisiologi manusia homolog erat dengan aspek-aspek terkait fisiologi hewan, dan hewan percobaan telah memberikan banyak dari dasar pengetahuan fisiologis. Anatomi dan fisiologi berhubungan erat dengan bidang studi: anatomi, studi tentang bentuk, dan fisiologi, mempelajari fungsi, secara intrinsik terikat dan dipelajari bersama-sama sebagai bagian dari kurikulum medis.
     Dasar biologis studi fisiologi, integrasi mengacu pada banyak tumpang tindih fungsi sistem tubuh manusia, serta sebagai bentuk disertai. Hal ini dicapai melalui komunikasi yang terjadi dalam berbagai cara, baik listrik dan kimia. Dalam hal tubuh manusia, endokrin dan sistem saraf memainkan aperanan besar dalam penerimaan dan pengiriman sinyal yang mengintegrasikan fungsi.Homeostasis adalah aspek utama berkaitan dengan interaksi dalam sebuah organisme, termasuk manusia.
          Kata homeostasis merujuk pada pemeliharaan ketahanan secara keseluruhan dalam tubuh. Homeostasis menstabilkan tubuh dengan mengatur lingkungan internal. Hal ini diperlukan tubuh untuk berfungsi sebagaiman mestinya. Proses homeostatik sangat penting untuk kelangsungan hidup setiap sistem sel,jaringan,dan tubuh. Homeostasis dalam pengertian umum mengacu pada stabilitas, keseimbangan atau equilibrium. Pemeliharaan lingkungan internal yang stabil memerlukan pemantauan konstan, terutama oleh sistem otak dan saraf. Otak menerima informasi dari tubuh dan merespon dengan tepat melalui pelepasan berbagai zat seperti neurotransmiterkatekolamin, danhormon. Fisiologi organ individu lebih lanjut lagi berguna untuk memfasilitasi pemeliharaan homeostasis dari seluruh tubuh misalnya Pengaturan tekanan darah: pelepasanrenin oleh ginjal yang memungkinkan tekanan darah akan stabil (Renin, Protein angiotensinogen, Sistem Aldosteron), meskipun otak membantu mengatur tekanan darah oleh hormon hipofisis dengan melepaskan Anti-diuretik (ADH). Dengan demikian, homeostasis dipertahankan di dalam tubuh secara keseluruhan, tergantung pada bagian-bagiannya.
        Secara tradisional, disiplin akademik fisiologi memandang tubuh sebagai kumpulan sistem yang saling berinteraksi, masing-masing dengan kombinasi sendiri serta fungsi dan tujuan masing-masing. Setiap sistem tubuh berkontribusi terhadap homeostasis sistem lain dari seluruh organisme. Tidak ada sistem tubuh bekerja sendiri, dan kesehatan orang tergantung pada kesehatan semua sistem tubuh berinteraksi.


Komentar